Judul: Sun Children
Sutradara: Majid Majidi
Skenario: Majid Majidi, Nima Javidi
Durasi: 99 menit
Sepak terjang Majid Majidi sebagai sutradara berkebangsaan Iran yang beberapa kali mengangkat kisah tentang anak-anak kembali melahirkan karya terbaiknya yang sangat menginspirasi. Setelah sukses dengan film Children of Heaven dan The Color of Paradise, Majid lewat karya terbarunya yang berjudul Sun Children kembali membuat banyak orang kagum. Film berbahasa Persia yang tayang secara perdana di Festival Film Internasional Subuh pada 10 Februari 2020 dengan durasi 99 menit ini menceritakan kisah Ali dan tiga orang temannya yang harus melakukan pekerjaan dan kejahatan kecil di usia mereka yang masih sangat belia. Semua itu mereka lakukan semata hanya untuk bertahan hidup dan menghidupi keluarga mereka. Hingga suatu hari, Ali dipercaya untuk mencari harta karun yang tersembunyi di bawah tanah yang hanya bisa dicapai melalui sekolah khusus untuk anak-anak jalanan.
Memiliki alur cerita yang brilian dan ‘mahal’. Film yang didedikasikan untuk 152 juta pekerja anak di Iran dibangun berdasarkan kisah yang disampaikan langsung oleh anak-anak yang hidupnya diselimuti kemiskinan ini sungguh menyentuh nurani saya. Majid menyajikannya dengan sangat apik dan saya rasa, ia membuatnya dengan cinta serta perhatian yang sangat besar untuk anak-anak yang terpinggirkan sehingga film ini menjadi lebih ‘hidup’ dan berkesan. Sun Children benar-benar memberikan realitas kepada penontonnya, dengan emosi yang tidak berlebihan, tak ada begitu banyak kegembiraan, tak ada juga begitu banyak kesedihan. Kita justru akan lebih banyak menyaksikan betapa pelik dan rumit hidup anak-anak yang nasibnya tidak begitu beruntung dalam masalah ekonomi. Saya sepakat jika banyak orang menyebut Sun Children adalah film yang sangat realis, karena memang begitu adanya. Hidup tidak selalu berakhir bahagia, begitu pun dengan kisah Ali. Mengetahui bahwa Majid menggunakan aktor cilik amatiran yang dibawanya dari jalanan untuk memerankan tokoh-tokoh penting justru membuat saya semakin kagum, karena pemeran Ali dan teman-temannya justru terlihat sangat piawai dalam berakting serta sama sekali tidak dapat dikatakan amatir.
Sun Children secara garis besar menceritakan tentang anak-anak yang diihimpit masalah ekonomi dan kesenjangan sosial sehingga terpaksa membawa beban dan masalah keluarga di pundak mereka. Usia yang seharusnya dipakai untuk mencari ilmu dan bersenang-senang justru dihabiskan dengan bekerja keras agar tetap bisa hidup dan menghidupi keluarga. Yang mereka miliki hanya harapan dan impian yang mungkin saja jauh dari genggaman, tetapi itulah yang sangat saya sukai dari anak-anak, mereka sangat berani bermimpi dan mengejarnya. Ali, sebagai contoh anak yang berani mengambil segala resiko untuk ‘harta karun’ yang ia pikir bisa mewujudkan impiannya. Sayangnya di tengah perjalanan meraih impian, Ali harus belajar juga tentang kehilangan hal-hal berharga dalam hidupnya.
Di situasi yang sama, sekolah tempat Ali mencari impian sedang mengalami kesulitan finansial dan hampir ditutup, para guru duduk di jurang keputusasaan tanpa ada harapan untuk menyelamatkan anak-anak. Situasi sosial bagi anak-anak pekerja pun tidak menguntungkan, sanksi-sanksi yang diterima membuat mereka didera rasa malu dan trauma. Mereka yang memiliki bakat hebat dalam berbagai bidang harus menelan kekecewaan karena keterbatasan biaya. Harapan tidak pernah menjadi harga yang cukup untuk kisah bahagia. Sun Children adalah film dengan alur yang sangat kompleks sehingga mungkin banyak topik yang bisa dibahas. Cerdas dan menarik untuk ditonton.