Camille (2019)
Sutradara: Boris Lojkine
Skenario: Boris Lojkine dan Bojina Panayotova
Genre: Drama Biographi
Durasi: 1 jam 30 menit
Camille
merupakan film drama dokumenter otobiografi yang berdasarkan pada kisah nyata
seorang fotografer jurnalis bernama Camille Lepage yang berasal dari Perancis. Film
berdurasi 90 menit yang dirilis pada 2019 ini disutradarai oleh Boris Lojkine
yang skenarionya ditulis Boris bersama Bojina Panayotova. Dalam film ini, aktris
kenamaan Nina Meurisse berperan sebagai Camille Lepage, fotografer yang
terbunuh pada usia 26 tahun di Republik Afrika Tengah saat tengah meliput
perang saudara yang terjadi sepanjang tahun 2012 sampai 2014.
Plot
ceritanya berjalan secara non-linear. Film ini bergerak layaknya film
dokumenter dengan bidikan kamera yang intens. Menyorot bagaimana seorang
perempuan muda yang bekerja sebagai reporter di sebuah wilayah konflik
mengambil berbagai macam risiko di lapangan. Ini film yang memilukan sekaligus
berani. Boris menampilkan sisi kemanusiaan dalam menceritakan sosok Camille, seseorang
yang kompleks, idealis, dan otentik. Dari karya Boris yang satu ini, setidaknya
kita paham bagaimana seorang reporter perang bekerja. Tekanan moral dan batin serta
trauma berkepanjangan menyerang mereka yang melihat bagaimana ‘murah’nya nyawa
seorang manusia dalam suatu perang.
Boris
dan krunya jelas telah berhasil menyampaikan satu pesan penting dalam karyanya,
yaitu perdamaian dan persaudaraan lewat sosok Camille yang mengamati dan
memperhatikan bagaimana sebuah bangsa dan rakyatnya mengalami tragedi yang amat
tragis. Camille yang berasal dari negara yang jauh menaruh empatinya pada
orang-orang asing yang ia anggap saudaranya sendiri, saudara dalam kemanusiaan.
Bahkan ia telah menganggap bahwa Afrika Tengah seperti rumahnya dan merasa
bertanggungjawab untuk menghentikan konflik yang terjadi. Beberapa upaya telah
ia lakukan, menegaskan pada teman-teman Afrika yang ia kenal bahwa “nyawa
dibayar nyawa” bukanlah sesuatu yang pantas dilakukan dan tidak akan
menyelesaikan apapun.
Hal
lain yang sangat menarik dari film garapan Boris ini adalah elemen dokumenter
dan sinematiknya. Elin Kirschfink menyajikannya sangat dekat sehingga ketika
menonton Camille, saya merasa seperti menjadi bagian dari perang saudara yang
berlangsung bertahun-tahun. Ketegangan pun terasa saat dua kubu yang saling
membunuh itu melakukan kekerasan dan merenggut banyak nyawa tak berdosa. Aktor-aktor
pembantu sangat meyakinkan dalam perannya, kualitas akting mereka membuat saya
yakin pada kemampuan Boris dalam mengarahkan para aktornya.
Akhir kata, saya sangat menyanjung film ini bahkan berharap banyak orang yang akan menontonnya lalu menangkap pesan yang ingin disampaikan Boris lewat kisah Camille. Saya berharap peperangan di seluruh dunia dapat berakhir sehingga tidak ada lagi kisah-kisah tragis yang menimpa Camille dan korban perang kembali terulang, karena nyawa manusia terlalu berharga untuk itu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar